Bibliografi Beranotasi Sejarah Buruh Razif Pengantar Studi sejarah buruh di Indonesia masih terbelakang lantaran masalah sumber masih terbatas baik dalam bentuk arsip, suratkabar, foto,...
Read more »
Bibliografi Beranotasi Sejarah Buruh Razif Pengantar Studi sejarah buruh di Indonesia masih terbelakang lantaran masalah sumber masih terbatas baik dalam bentuk arsip, suratkabar, foto, buku-buku dan artikel tulisan. Kesulitan ini tidak hanya berlangsung untuk periode pasca proklamasi kemerdekaan hingga pasca 1965, akan tetapi juga pada periode kolonial. Kesulitan utama sumber-sumber perburuhan di era kolonial...
Read more »
Pada April 1980, selepas dari tahanan Hasjim dan Pramoedya menemui Joesoef Isak, mantan wartawan Merdeka yang belasan tahun mendekam di Rutan Salemba. Diskusi berkembang, dan kesepakatan dicapai untuk menyiarkan karya eks-tapol yang selama ini tidak mendapat sambutan dari penerbit lain. Awalnya mereka berniat tidak hanya menerbitkan karya tulis, tapi juga menyiarkan rekaman musik, lukisan...
Read more »
”Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer Dalam sejarah negeri ini, dua kali negara mencabut hak berkarya sekelompok besar pengarang sekaligus. Yang pertama ditujukan kepada para penandatangan Manifes Kebudayaan, sedang yang kedua kepada...
Read more »
This mini-encyclopedia explains some of the key terms pertaining to the events of 1965-66 John Roosa Aidit, DN (1923-65) Head of the Communist Party of Indonesia (PKI). It is difficult now to understand his strategising in the months before the 30 September Movement, the hours during which the movement occurred, and the weeks he...
Read more »
I Gusti Agung Ayu Ratih** Di sini kami berdiri di ambang subuh jaman baru, jaman yang akan membawakan terang ke seluruh Jawa. Dan sekali jaman itu terbit, akan lebih banyak dituntut perjuangan, penderitaan, berperang dan memenangkannya; mula-mula sekali adalah melawan Sang Baginda Prasangka, kemudian Sri Ratu Kepicikan dan Kekerdilan, putri-putri, yang dipuja dan dituruti...
Read more »
Budiawan Sejarawan Ong Hok Ham (alm.) pernah melontarkan skeptisismenya terhadap upaya-upaya alternatif menemukan dalang Gerakan 30 September 1965 (G30S). Kesangsiannya ini merupakan respons atas silang pendapat mengenai dalang di balik penculikan dan pembunuhan tujuh perwira Angkatan Darat (AD) pada 30 September 1965. Silang pendapat itu muncul tidak lama setelah Suharto jatuh pada Mei 1998. Tentu...
Read more »
Hilmar Farid Menulis sejarah bukan perkara mudah. Impian agar sejarawan bisa menghadirkan masa lalu wie es eigentlich gewesen ist (sebagaimana sesungguhnya terjadi) dewasa ini semakin jelas tidak mungkin terwujud. Seandainya ada mesin waktu yang bisa melontarkan kita ke masa lalu pun, sejarah tetap akan dilihat dari perspektif tertentu, dan tidak dapat dihadirkan kembali sepenuhnya. Sejarah,...
Read more »