24/06/2017

Program Pembaharuan Pendidikan Sejarah

Sekilas Tentang Program Pembaharuan Pendidikan Sejarah

Sejak 2009, ISSI telah mulai bekerja sama dengan para guru sejarah untuk memikirkan jalan keluar terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengajaran sejarah di kelas. Ada banyak persoalan pengajaran sejarah yang diungkapkan oleh para guru, diantaranya adalah tidak seimbangnya jam mengajar dengan banyaknya materi yang harus disampaikan; kesulitan menemukan relevansi dengan masa kini; sejarah hanya menjadi pelajaran di tataran kognitif dan tidak menyentuh afeksi siswa; pada umumnya siswa merasa bosan karena materi yang diulang sejak tingkat SMP; masih banyak guru yang hanya menyuruh siswa menghafal fakta-fakta sejarah. Persoalan-persoalan ini muncul di saat pemerintah memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memberikan otoritas pada guru untuk mengembangkan sendiri program pembelajaran di kelas. Di satu sisi, KTSP menjadi peluang untuk mengembangkan pelajaran sejarah lebih dari sekedar pengetahuan kognitif belaka. Akan tetapi, di sisi lain, KTSP menunjukkan bahwa masih terdapat banyak hal yang perlu dibenahi dalam metode maupun isi pembelajaran sejarah.

Pada awalnya AGSI dan ISSI menggarap ide untuk merumuskan materi esensial dari kurikulum mata pelajaran sejarah yang telah digariskan pemerintah. Ide dasarnya adalah memilih materi-materi yang paling esensial, sehingga tidak memberatkan siswa untuk mempelajari seluruh materi di dalam kurikulum tersebut. Akan tetapi, perumusan materi ini berujung pada perdebatan alot, karena kami tidak mempunyai dasar yang cukup solid untuk memilah materi-materi yang esensial dan tidak. Dalam proses ini, kami juga berefleksi bahwa menyasar kurikulum akan membuat persoalana berputar. Pasalnya, kurikulum dapat diubah seiring dengan pergantian kebijakan pemerintah, sehingga apa yang kita susun juga akan menghadapi perubahan. Atas dasar pemikiran ini, maka kami memutuskan untuk melakukan pembaharuan dengan memberikan sebanyak mungkin informasi, data dan bahan ajar kepada para tenaga pengajar.

Ide yang muncul dari para guru adalah membuat bahan ajar berbasis biografi tokoh-tokoh sejarah. Bahan ajar ini adalah suplemen, sehingga tidak bertujuan mengganti buku teks yang sudah digunakan di sekolah. Selain itu, bahan ajar ini ingin mendobrak pembelajaran sejarah yang terbatas pada rentetan peristiwa, tahun atau nama tempat, dan menekankan pada nilai-nilai kebangsaan yang diusung oleh para tokoh nasional tersebut. Melalui pembaharuan pengajaran sejarah ini, AGSI dan ISSI berharap agar siswa:

  1. Menyadari keragaman/ kebhinekaan yang membangun negara ini.
  2. Mampu memahami nilai-nilai perlawanan yang melatar belakangi perjuangan (anti-kolonialisme, anti penindasan, anti-feodalisme)
  3. Melihat perjuangan nasional dalam konteks yang lebih besar, terutama kaitannya dengan perkembangan dan perlawanan global di masa itu

Hingga saat ini, bahan-bahan ajar tersebut telah didistribusikan ke berbagai SMA dan juga mendapat banyak masukan dari para tenaga pengajar. Dengan mengunggahnya ke situs ISSI, kami berharap bahan-bahan ini penggunaan bahan ajar tersebut meluas dan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru sendiri.