30 Tahun Hasta Mitra: Bertarung Melawan Pembodohan

Pada April 1980, selepas dari tahanan Hasjim dan Pramoedya menemui Joesoef Isak, mantan wartawan Merdeka yang belasan tahun mendekam di Rutan Salemba. Diskusi berkembang, dan kesepakatan dicapai untuk menyiarkan karya eks-tapol yang selama ini tidak mendapat sambutan dari penerbit lain. Awalnya mereka berniat tidak hanya menerbitkan karya tulis, tapi juga menyiarkan rekaman musik, lukisan dan hasil kerja kreatif lainnya. “Kami mau membuktikan kepada dunia bahwa dari Pulau Buru juga bisa lahir hal-hal yang positif, bukan hanya cerita sedih dan penderitaan saja,” kata Hasjim ketika itu.

Sebagaimana juga ditegaskan oleh Joesoef Isak bahwa, “pijakan Hasta Mitra sebagai perusahaan penerbit dan mencetak karya Pramoedya sebagai bentuk perlawanan terhadap rejim orde baru. Kita menghadapi pensensoran dan intimidasi dari waktu ke waktu, kita melanjutkan perjuangan dengan menerbitkan karya-karya Pramoedya, karena kita dengan amat sadar bahwa kebebasan untuk menulis dan menerbitkan buku adalah hak yang sudah semestinya kita perjuangkan, bukan sesuatu yang kita harapkan pemerintah akan memberikan sebagai sebuah hadiah.”

ISSI membangun halaman situs yang didedikasikan untuk ‘penerbit gerakan’ ini, silahkan kunjungi ke: http://www.sejarahsosial.org/hastamitra

, ,

Komentar ditutup.