Arsip | April, 2010

Jawaban Tergugat (Jaksa Agung RI) PTUN

Jawaban Tergugat dalam Perkara Tata Usaha Negara No: 40/G/2010/PTUN.JKT di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta antara Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) sebagai Penggugat melawan Jaksa Agung Republik Indonesia sebagai Tergugat. Jakarta 27 April 2010. Untuk membaca Jawaban Tergugat silahkan klik disini.

Lanjutkan Membaca ·

Siaran Pers Pembacaan Gugatan Pelarangan Buku

Siaran Pers Pembacaan Gugatan Pelarangan Buku : Jaksa Agung Menghalangi Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Untuk Mengembangkan Pengetahuan dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Pada hari ini, Selasa 20 April 2010, Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Jakarta menggelar sidang pembacaan gugatan perkara pelarangan buku Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, karangan John Roosa yang diterbitkan Institut [...]

Lanjutkan Membaca ·

Pelarangan Buku Tidak Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Jakarta, MK Online – Buku merupakan sarana pengembangan pengetahuan dan sumber daya bagi pencerdasan bangsa. Buku-buku yang dilarang oleh Kejaksaan Agung justru memberikan informasi baru tentang topik-topik yang peka dan kontroversial dalam masyarakat dan membantu masyarakat memahami persoalan berbagai segi, termasuk dari perspektif yang jarang dikenal masyarakat selama ini. Demikianlah yang diutarakan oleh Taufik Basarai [...]

Lanjutkan Membaca ·

RINGKASAN PERMOHONAN: Pengujian UU No. 4/PNPS/1963

TIM ADVOKASI TOLAK PELARANGAN BUKU RINGKASAN PERMOHONAN Pengujian UU No. 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum 15 April 2010 I. Para Pemohon 1) INSTITUT SEJARAH SOSIAL INDONESIA (ISSI), badan hukum berbentuk Yayasan yang menerbitkan buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, yang dilarang berdasarkan SK Jaksa [...]

Lanjutkan Membaca ·

30 Tahun Hasta Mitra: Bertarung Melawan Pembodohan

Pada April 1980, selepas dari tahanan Hasjim dan Pramoedya menemui Joesoef Isak, mantan wartawan Merdeka yang belasan tahun mendekam di Rutan Salemba. Diskusi berkembang, dan kesepakatan dicapai untuk menyiarkan karya eks-tapol yang selama ini tidak mendapat sambutan dari penerbit lain. Awalnya mereka berniat tidak hanya menerbitkan karya tulis, tapi juga menyiarkan rekaman musik, lukisan dan [...]

Lanjutkan Membaca ·

Yang Dilarang Menulis

”Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer Dalam sejarah negeri ini, dua kali negara mencabut hak berkarya sekelompok besar pengarang sekaligus. Yang pertama ditujukan kepada para penandatangan Manifes Kebudayaan, sedang yang kedua kepada para [...]

Lanjutkan Membaca ·