Go to Perpustakaan

Perpustakaan

Perpustakaan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) mengkhususkan koleksinya di bidang sejarah sosial, humaniora dan ilmu sosial. Sebagian besar koleksi merupakan hibah, kontribusi, ataupun sumbangan dari para peneliti ISSI, individu ataupun lembaga lain yang peduli atau menaruh minat terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah sosial dan humaniora.

Go to Arsip Suara

Arsip Suara

Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) memiliki koleksi arsip suara berupa rekaman wawancara dengan sejumlah narasumber antara lain meliputi topik tentang peristiwa G 30 S, seni, akupunktur, buruh, gerakan perempuan, dan masyarakat Tionghoa. Para narasumber tersebut terdiri dari beragam latar belakang profesi dan organisasi. Mereka berasal atau tinggal di berbagai wilayah di Indonesia antara lain di Pulau Bali, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Go to Arsip Tulisan

Arsip Tulisan

Kumpulan tulisan hasil riset yang dihasilkan anggota Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI).

Go to Pembaharuan Pendidikan Sejarah

Pembaharuan Pendidikan Sejarah

Sejak 2009, ISSI telah mulai bekerja sama dengan para guru sejarah untuk memikirkan jalan keluar terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengajaran sejarah di kelas.

INSTITUT SEJARAH SOSIAL INDONESIA

dibentuk pada 2003 bertujuan memajukan penelitian dalam sejarah sosial di Indonesia, khususnya melalui metode sejarah lisan.
Para penelitinya aktif mengikuti berbagai seminar tentang sejarah lisan di berbagai tempat, juga melakukan riset sejarah lisan

antara lain mengenai organisasi perempuan, masyarakat Tionghoa, komunitas buruh industrial dan jagoan. Selain itu, mereka juga menyampaikan penelitiannya di berbagai konferensi ilmiah dan menerbitkan hasil-hasil penelitiannya di berbagai jurnal. Sebagai bagian dari program kegiatannya, ISSI mengurus arsip-arsip suara yang berasal dari riset sejarah lisan. ISSI juga mempunyai perpustakaan yang menyimpan 4.200 judul buku, makalah dan majalah yang sebagian besar di antaranya berasal dari koleksi pribadi sejumlah individu. Secara umum, ISSI memiliki tiga program besar, yaitu: 1.Riset dan publikasi ISSI memiliki perhatian besar pada pengembangan metode sejarah lisan. Berawal dari penelitian sejarah lisan tentang peristiwa 1965 yang dimulai sejak tahun 2000, saat ini ISSI sedang melakukan berbagai penelitian sejarah lisan dengan tema-tema lainnya, seperti sejarah gerakan perempuan, sejarah buruh, sejarah seniman LEKRA, sejarah pendidikan Tionghoa, sejarah seni Ketoprak. ISSI juga melakukan beragam riset yang dilakukan bersama lembaga-lembaga jaringan, seperti peristiwa Mei 1998 dan Semanggi (bekerja sama dengan Tim Relawan untuk Kemanusiaan), Solo dan peristiwa 1965 (kerjasama dengan ELSAM), dan riset bangunan-bangunan yang pernah digunakan oleh organisasi kiri (bekerjasama dengan Lembaga Kreativitas untuk Kemanusiaan). Riset yang terakhir ini menjadi bagian dari sebuah proyek pembuatan film Tjidurian 19 (2009). Sedangkan untuk publikasi, hingga tahun 2009, ISSI telah menerbitkan buku Tahun yang Tak Pernah Berakhir (2004, kumpulan esai) dan Dalih Pembunuhan Massal (2008, John Roosa). 2.Dokumentasi Sebagai sebuah lembaga riset sejarah, ISSI memiliki koleksi arsip suara sejumlah 390 wawancara, literatur sejumlah lebih dari 4000 judul dan audiovisual (foto dan rekaman audiovisual wawancara sejarah lisan). 3.Pendidikan Sejak 2006, ISSI telah memulai program bersama guru-guru sejarah. Program ini dirasa penting, megingat pentingnya sejarah sebagai alat analisa dan pembangun karakter bangsa, bukan hanya sekedar rentetan fakta untuk dihafal. Dalam rangka reformasi pendidikan sejarah tersebut, ISSI bersama dengan kelompok guru yaitu Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah (MGMP Sejarah) telah mengadakan berbagai workshop dan seminar. Saat ini ISSI bersama AGSI telah memulai untuk merumuskan materi esensial pelajaran sejarah tingkat SMA.

Go to Pelarangan Buku

Pelarangan Buku

Keputusan pelarangan beberapa buah buku oleh Kejaksaan pada akhir tahun 2009 telah mengejutkan masyarakat. Tak mengira ditengah alam reformasi dan era globalisasi masih masih tersisa kebijakan dan sikap anti terhadap pengetahuan – sebuah sikap otoriter pra-reformasi.

Go to Kronik Agraria

Kronik Agraria

Agraria adalah akibat, dan kapitalisme adalah sebab. Istilah ini tepat menggambarkan perjalanan panjang sejarah agraria di Indonesia. Politik agraria yang lahir dari rezim VOC di Nusantara, Kolonial Hindia Belanda, Orde Lama, Orde Baru, hingga pemerintahan Indonesia sekarang, mencerminkan sikap dan cara mereka dalam menghadapi pertumbuhan kapitalisme.

Go to Dari Lensa Oey Hay Djoen

Dari Lensa Oey Hay Djoen

Sejak 2005 Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) diberi kepercayaan untuk merawat ratusan foto dari koleksi keluarga Oey Hay Djoen. Foto-foto ini menggambarkan perjalanan hidup Oey Hay Djoen beserta keluarganya dan berbagai aktifitas politik dan kebudayaan yang berlangsung antara 1955-1965.

Go to Kamp Solo

Kamp Solo

Pemetaan lokasi penahanan dan interogasi korban 1965 di Solo, Jawa Tengah.

Go to Rekonstruksi Sosial Korban Tragedi Nasional 1965 di Solo, Pati dan Bali

Rekonstruksi Sosial Korban Tragedi Nasional 1965 di Solo, Pati dan Bali

Pada penelitian rekonstruksi sosial ini kami menitikberatkan cerita pengalaman korban/penyintas dalam membangun kembali relasi sosial mereka yang hancur dan pengabdian mereka di masyarakat hingga dapat diterima secara penuh.

Berkunjung

Terkini